Cinta terakhir...
Banyak yang mengucapkan seperti itu pada pasangan mereka, dan tidak jarang juga yang mengucapkan 2 kata itu saat mereka putus cinta atau patah hati, berkeyakinan bahwa meski mereka harus patah hati, meski cinta harus bertepuk sebelah tangan, seseorang itu akan menjadi cinta terakhir mereka.. Dan pada kenyataanya adalah beberapa waktu mendatang, bahkan kadang dalam hitungan minggu mereka sudah mendapatkan cinta kembali, lalu dimana keyakinan mereka tentang cinta terakhir mereka itu?.
Sebenarnya tidak perlu meributkan tentang cinta terakhir, tidak perlu cuap-cuap tentang janji "kaulah bunga terakhirku", tidak perlu seheboh Marwan untuk Mawar. Aku percaya jika saya Marwan diberikan sedikit waktu untuk beradaptasi tanpa seorang Mawar, bukan tidak mungkin Marwan akan menemukan Melati atau Anggrek hehe... Hanya Tuhan yang sebenarnya tahu siapa orang yang terikat benang merah abadi dengan kelingking kita, dan sebelum menemukan seseorang itu biasanya kita akan melalui beberapa orang yang hadir untuk sementara dengan misi memberikan kita pelajaran-pelajaran tentang cinta, tentang hati, tentang perbedaan, tentang mengalah, tentang ketulusan, tentang kesetian, tentang patah, "mati", lalu survive untuk "hidup" kembali.
Aku tidak mengjudge bahwa kalimat "cinta terakhir" adalah kalimat pengombal cap go meh, karena memang ada beberapa kejadian dimana Tuhan secara spesial menemukan dua orang sebagai yang pertama dan terakhir, ya even jarang sekali ya tapi tetep ada kok ^^. Disini maksudku jangan terlalu ngoyoh juga, pas putus dengan keyakinan bahwa orang itu cinta terakhir jadi buat kita gak bisa move on, malah semakin patah, meminta balikan sampai merendahkan harga diri, menutup diri, makin terpuruk deh, abis itu tinggal ambil tali lalu gantung diri, dan berakhir di liang lahat, hidup harusnya tidak sesingkat itu bukan.
Kadang hidup itu harus sedikit saja bijak dan memahami situasi, tidak semua hal dapat dipaksakan. Jika sudah tidak bisa kenapa harus memaksa? kenapa harus sampai mengorbankan diri sendiri hanya untuk mempertahankan statment "cinta terakhir"?. Aku percaya cinta itu datangnya dari Tuhan, dan tidak mungkin Tuhan berikan cinta terakhir dengan berakhir pada kata putus, cerai, jika benar yang terakhir pasti yang terbaik. Seberat apapun keadaan, sesusah apapun jalan di depan jika memang seseorang itu adalah cinta terakhir, pasti akan tetap disisi kita, bersama melewati perjalanan.
Jika kita harus kehilangan, jika harus melepaskan, lalukanlah dengan ikhlas. Karena mungkin saja itu yang terbaik. Jika semua cara telah dilakukan, usaha apapun telah dicoba namun tetap tidak bisa kenapa harus berkeras hati untuk tidak kehilangan?. Terkadang kehilangan bisa menjadi titik balik kehidupan seseorang untuk menjadi yang terbaik. Kehilangan tidak selalu buruk, memang sakit, tapi bisa merupakan proses awal kesembuhan untuk hati yag terluka. Pahami hubungan itu baik-baik, pahami konsep hubungan yang sehat. Cinta memang tidak selau bahagia, tapi bukan berarti cinta harus selalu terluka.
Aku menemukan beberapa kutipan yang ketika aku renungkan, memang benar adanya. Kutipan itu kurang lebih seperti ini :
"Dalam hidup ini, terkadang kamu harus meninggalkan seseorang agar kamu menemukan kembali jati dirimu"
"Betapa baikpun kamu bagi seseorang, jika dia memang bukan untukmu, kalian bukan yang terbaik bagi satu sama lain"
"Dalam hubungan, Kuantitas tidak selalu menjamin kualitas hubungan"
"Ada satu alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, tapi kita harus tetap percaya bahkan ketika Tuhan mengambil cinta dari kita"
Tiga kutipan diatas buat aku banyak berpikir tentang konsep cinta terakhirku, inget-inget masa tempo dulu aku suka sekali ngeyel tentang cinta terakhir ini. Aku selalu berpikir orang yang "masuk" dalam hatiku PASTI cinta terakhirku, hinggah akhirnya hubungan itu harusnya aku akhiri malah aku pertahankan dengan mengorbankan semuanya, bahkan aku rela secara fisik untuk terluka. Aku rela sakit demi mempertahankan keinginanku untuk menjadikan seseorang sebagai cinta terakhirku. Konsep cinta terakhirku sangat tidak sehat bukan?. Seharusnya aku tidak segila itu ^^.
Dulu adalah proses-proses pembelajaran tentang arti cinta terakhir untukku, aku masih belum expert sih tapi paling tidak sedikit lebih mengerti berharap tidak sebodoh dulu. Hmm... sepertinya aku tidak tau mau nulis apa lagi, akhiri sampai disini dulu deh..
Pada akhirnya cinta itu seharusnya membuat bahagia...